Sejarah Sabung Ayam Di Indonesia

Sejarah Sabung Ayam Di Indonesia

Sejarah sabung ayam di Indonesia merupakan permainan 2 ekor ayam yang akan disabung dalam sekelompok orang dalam 1 arena. Ayam dinyatakan menang bila salah satu dari ayamnya mati, lari dan juga kalah. Pada zaman dahulu sabung ayam hanya dijadikan sebagai tradisi atau budaya untuk persembahan dan juga hiburan semata. Namun lambat laun sabung ayam ini dijadikan sebagai sarana atau media untuk para penjudi sabung ayam.

Sejarah Sabung Ayam Di Indonesia

Sejarah Sabung Ayam Di Indonesia

Agen Sabung Ayam – Sabung ayam ini sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak zaman Majapahit yang dikenal dengan nama Menetak Gulu Ayam. Kemudian sabung ayam ini meluas hingga kekota Bali yang bermula dari pelarian orang-orang Majapahit pada tahun 1200. Zaman dahulu sabung ayam dikenal sebagai hiburan semata dan ini menjadi sebuah cerita rakyat, berbudaya dan juga sosial.

Kepopuleran sabung ayam pada masa Kerajaan Majapahit membuat pulau Bali juga mengembangkan ditahun 1915. Namun permainan ini merupakan suatu upacara dalam masyarakat hindu yang merupakan persembahan suatu adat. Upacara itu disebut juga dengan Tajen yang memiliki asal usul Tabuh Rah. Tujuan dari upacara ini adalah untuk mengharmoniskan hubungan yang erat antar umat manusia dan umat beragama. Hewan yang dikorbankan dalam upacara Tajen ini adalah ayam,bebek,sapi,babi,kerbau,kambing dan hewan lainnya.

Simak Juga : Latihan Otot Leher Ayam Aduan Menjadi Keras

Selain dari kedua kota ini ada juga sabung ayam diprovinsi Sulawesi. Sejarah sabung ayam disulawesi sudah dikenal sejak tahun 1910 dan dijelaskan kedalam Kitab La Galigo yang menjelaskan tentang tokoh utama dalam Epik Mitik,Sawerigading. Sebelumnya buku ini tidak pernah diunggkapkan, padahal dalam kitab ini juga menjelaskan konflik peperangan antara beberapa wilayah kekuasaan. Diantaranya adalah Semenanjung barat dan timur jazirah Sulawesi selatan, Kerajaan Gowa dan bone yang diawali dari Massaung Manu.

Baca Juga : Penggerebekan Judi Sabung Ayam Kembali Terjadi Di Aceh Utara

Beda kota beda pula tradisinya, bila di Bugis sabung ayam dilakukan hanya untuk memeriahkan suatu pesta. Biasanya pesta pernikahan,panen padi, panen ikan dan lain-lain. Akan tetapi dalam sejarah yang lebih lama diwaktu masa perang, sabung ayam ini dijadikan untuk memilih pemuda-pemuda untuk dibawa kemedan perang. Bila ayam yang disabungkan menang maka akan dibawa perang. Seiring berjalannya waktu sabung ayam dibugis menjadikan sabung ayam sebagai suatu cara untuk menghentikan peperangan. Bandar Sabung Ayam

Jadi sekarang ini yang serba modern dan serba canggih semua orang tidak akan mungkin tidak mengetahui kata Sabung Ayam. Karena sabung ayam sekarang ini banyak dijadikan sebagai mata pencaharian mereka dalam berternak, hiburan, perjudian dan hal ini sudah menjadi tradisi jaman sekarang ini.